Senin, 18 Juli 2016

fenomena maria

Helo my beloved readers. How is your life? I hope you still keep touch with God. Sekarang gua mau mendiskusikan mengenai fenomena yang sedang hot entah dari kapan tapi yang jelas sampe sekarang masih menjadi trending topic di fikiran gua. Gua menyebut artikel ini dengan ‘fenomena maria’ karena sekarang ini banyak wanita yang sudah hamil duluan sebelum menikah. Kejadian ini seperti yang pernah terjadi dua ribu tahun lalu dimana maria (ibu Yesus) sedang hamil ketika dia belum menikah dengan yusuf. Ketika maria (ibu Yesus) akan melahirkan maka menikahlah maria dengan yusuf. Prosedur maria pada dua ribu tahun lalu nyaris sama hal-nya dengan wanita zaman sekarang. Bedanya wanita wanita zaman sekarang yang hamil di luar nikah ga semuanya bernama maria. Ya semoga aja ga ada wanita yang bernama maria udah hamil di luar nikah. Untuk kalian yang bernama maria saya mohon maaf jika menggunakan nama anda sebagai penyebutan fenomena yang saya buat. Maksud dan tujuan saya bukan untuk melecehkan kalian yang bernama maria tapi untuk merefleksikan diri wanita yang membaca artikel ini semoga setelah membaca ini kita semua bisa dewasa dan bijak dalam bertindak. Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk menyinggung para wanita tapi semisal ada yang tersinggung ya ga apapa semoga Tuhan memberikan pengetahuan yang benar.

Maria pada zaman dulu, di zaman Yesus lahir atau orang muslim bilang di zaman nabi Isa A.S lahir, hamil di luar nikah karena mengandung benih yang udah di rencanain Tuhan supaya anak yang lahir dari rahim maria tanpa adanya hubungan sexual. Secara harafiah, seorang anak yang lahir dari rahim sang ibu karena sang ibunya melakukan hubungan sexual dengan suaminya. Tapi apa yang Tuhan lakukan adalah untuk menunjukkan ke-mahakuasaan-Nya kepada manusia bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang manusia anggap mustahil. Orang-orang pada zaman maria hidup menganggap kalo maria melakukan perzinahan dengan yusuf karena sebelum adanya pernikahan yang sah maria sudah hamil. Maria merasakan kegalauan yang parah pada saat itu karena hamil sebelum menikah dengan yusuf. Bahkan yusuf saja ingin pisah dengan maria karena yusuf merasa kecewa benih yang di kandung maria bukan berasal dari sperma yusuf. Tapi Tuhan mengutus malaikatNya untuk memberitahukan kepada maria bahwa bayi yang dikandung maria adalah benih yang dari Tuhan. Dan Tuhan-pun mengutus malaikatNya untuk percaya bahwa maria tidak berselingkuh dari yusuf. Maria-pun percaya pada Tuhan dan dirinya-pun tenang bahkan yusuf yang tadinya ingin pisah dengan maria menjadi yakin untuk menjadi suaminya maria. Dan sekarang, dunia mengakui bahwa maria adalah satu-satunya wanita di dunia yang pernah ada melahirkan seorang anak tanpa adanya hubungan sexual dengan suaminya.

Di lain sisi, maria zaman sekarang hamil di luar nikah juga, seperti maria yang dulu tapi yang sekarang mengandung benih bukan dari Tuhan. Maria yang sekarang melahirkan anak juga dari tapi ga ada malaikat yang Tuhan utus untuk menyatukan maria dengan suaminya. Oh mungkin ada malaikat yang diutus Tuhan ke maria yang sekarang. Entah untuk mencatat amal baik atau amal buruknya maria. Entah dan gua ga tau malaikat dengan tugas apa yang Tuhan utus ke maria yang sekarang soalnya gua bukan Tuhan. Maria sekarang hamil di luar nikah atas nama ber-cinta bukan atas nama cinta.

Banyak wanita yang gua temuin di sekitar gua dari usia belasan sampe usia puluhan tahun hamil bukan dari pernikahan yang sah. Ada wanita yang masih belasan tahun udah ada yang hamil sebelum nikah. Ketika dia akan melahirkan, dia menikah dengan lelaki yang menghamilinya. Setelah anak mereka lahir, sang suami menceraikan wanita belasan tahun tersebut. Ada juga sih wanita yang hamil lalu dinikahin dan sampe sekarang mereka belum cerai. Semoga aja mereka ga cerai. Ada wanita yang usianya berkepala dua. tapi nyatanya dia hamil juga di luar pernikahan. Ada wanita usia kepala tiga udah punya suami dan punya anak hamil juga dari hubungan lelaki yang bukan suaminya. Dari wanita yang gua sebutin di atas adalah contoh nyata fenomena maria yang gua temui.

Bukan maksud gua  untuk mengumbaar aib orang tapi tujuan gua memberikan klise mereka adalah kejadian hamil di luar nikah udah menjadi budaya. Mau sampe kapan budaya negatif ini terjadi? karena kalo budaya hamil di luar nikah masih terus berlanjut tidak menutup kemungkinan di generasi yang akan datang bisa jadi tak akan pernah mengenal pernikahan karena kemungkinan generasi yang akan datang hanya tau untuk melakukan regenerasi maka berhubungan seks saja dengan lawan jenis melakukan pernikahan atau tidak jika melakukan hubungan seksual bisa melahirkan generasi baru maka untuk apa menikah. Itu kemungkinan yang terlintas di fikiran saya dan semoga aja hal tersebut tak akan terjadi.

Budaya hamil di luar nikah awalnya nonton tapi menjadi eksperimen. Budaya ini terjadi karena terinspirasi dari film porno. Hampir semua remaja dan pemuda sekarang ini sudah pernah menonton film porno dan saya-pun pernah. Dari menonton film porno inilah awalnya hanya ketagihan nontonnya saja tapi lama-kelamaan mulai jenuh kalo sekedar nonton maka dilakukanlah eksperimen seperti onani dan masturbasi untuk yang melakukan sendiri dan cipokan, cupangan, dan berkelamin untuk yang berpasangan. Gua-pun pernah melakukan onani dan cipokan. Sekarang gua sudah tidak melakukan hal tersebut dan sudah tidak lagi menonton film porno. Gua sadar, melakukan hal tersebut ga ada faedahnya karena gua masih lajang. Gua akan melakukannya lagi nanti ketika sudah menikah dengan seorang wanita. Gua sadar gua orang yang berdosa. Tapi selama ada waktu untuk bertobat dan berubah menjadi prinadi yang lebih baik maka gua menghidari diri gua dari pornografi. Ga cuma gua yang bisa berubah tapi kita semua juga bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Sadarkah kita ketika kita melakukan hubungan seks sebelum pernikahan yang sah itu artinya memposisikan diri kita sama seperti binatang? Karena binatang tak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks.


Fenomena maria adalah budaya hamil di luar nikah. Tulisan gua yang ga jelas ini semoga aja bukan sekedar omong kosong, bukan sekedar tulisan di pengisi waktu luang. Dan semoga tulisan gua bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua dalam melakukan hubungan seks. Hubungan seks memang kita butuhkan tapi itu ada waktunya. Kapan waktunya? Ketika kita sudah memiliki hubungan pernikahan yang sah dengan lawan jenis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar