Kamis, 22 Desember 2016

sukses?


Siapa sih yang ga mau sukses? Semua orang mau sukses tapi kenapa masih banyak orang yang belum sukses? Apa sih sukses itu? Bagaimana supaya kita bisa sukses? Kali ini ijinkan gua untuk berfilsafat mengenai kesuksesan dan cara meraih kesuksesan. Gua membatasi pengertian kesuksesan adalah ketika kita bisa mewujudkan apa yang kita cita-citakan karena pengertian kesuksesan itu terlalu luas jadi gua sempitkan untuk mudah dipahami. Semoga aja mudah dipahami.

Sukses itu bicara mengenai keseharian. Apa cita-cita kita? Pasti kita mau mewujudkan apa yang kita cita-citakan? Tapi berapa banyak dari kita yang bisa mewujudkan apa yang dicita-citakan? Hanya beberapa dan tak semua orang bisa mewujudkan apa yang sudah dicita-citakan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya keterkaitan antara kesehariannya dengan apa yang dicita-citakan. Contoh, kalo kita bercita-cita ingin menjadi guru SD tapi keseharian kita malah gosipin tetangga. Yakin bisa jadi guru SD kalo kesehariannya gosip? Gua sewaktu SD bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola khususnya kiper. Tapi karena selama SD gua jarang main bola, jarang latihan juga, dan sekarang gua bukan pemain sepak bola. Gua juga waktu SMP bercita-cita ingin jadi pesulap. Tapi keseharian gua? Gua pernah belajar sulap secara otodidak tapi gua ga konsisten untuk menjadikan sulap sebagai keseharian gua, dan kini gua bukan pesulap. Banyak banget hal yang gua cita-citain tapi semua ga bisa terwujud karena kebanyakan yang gua cita-citain bukan keseharian gua. Hal termudah yang bisa gua jadiin perumpamaan sukses itu bicara keseharian adalah sering kita temuin di kampus atau di sekolah bahwa setiap orang yang rajin belajar selalu bisa dapet peringkat tertinggi di kelasnya bahkan bisa dapet beasiswa. Nah, kata rajin belajar artinya belajar adalah kesehariannya karena kata rajin mengandung makna melakukan sesuatu yang berkelanjutan secara konsisten. Gimana supaya bisa dapet nilai 100 atau di pelajaran biologi? Jawabannya pasti rajin belajar. Kalo ga rajin susah banget dapet nilai 100. Kalo ingin mewujudkan cita-cita mulai jadikan apa yang kita cita-citakan sebagai keseharian.

Menjadi problem solver (pemecah masalah) dari apa yang kita cita-citakan mempemudah meraih kesuksesan. Tak bisa dipungkiri lagi di dalam keseharian selalu ada masalah. Orang yang kesehariannya mengajar pasti masalahnya apa yang diucapin ke muridnya harus bisa dipahamin dengan mudah sama muridnya karena kalo penjelasan dari pengajar sulit dipahami muridnya akan membuat muridnya melakukan hal yang keliru bahkan yang lebih parah muridnya bisa melakukan hal yang merugikan orang lain ataupun gurunya. Atau orang yang kesehariannya berjualan pasti masalahnya barang jualannya sulit terjual. Nah apa yang kita cita-cita jika dijadikan keseharian pasti akan kita temukan masalah-masalahnya. Dan kita harus cekatan dalam memecahkan masalah yang kita hadapi. Bercita-cita menjadi guru SD dan menjadikan mengajar anak-anak menjadi keseharian pastinya memberi pengalaman yang berarti dalam mewujudkan cita-cita sebagai guru SD. Tapi dalam mengajar anak-anak ada masalahnya seperti, anak-anak sulit memahami apa yang kita ajarkan, mereka masih lebih suka bermain ketimbang belajar, dan lainnya. dari masalah tersebut kita harus memecahkan masalahnya. Ada yang mulai melakukan pendekatan ke anak-anak dengan cara memberi permen agar anak tersebut memberikan perhatian pada apa yang kita ajarkan. Atau menyanyikan lagu kesukaannya agar kita mendapatkan perhatiannya. Memecahkan masalah dari apa yang kita cita-citakan memudahkan kita meraih kesuksesan.

Mengapa cita-cita kita harus dijadikan keseharian kita? Karena di dalam keseharian selalu ada masalah yang datang untuk dipecahkan. Coba ya tebak. Gua punya cita-cita untuk menjadi stand up comedian tapi gua jarang nulis materi stand up dan jarang latihan. Bisakah gua memcahkan masalah ketika gua perform? Mulai dari masalah materi yang ga lucu, penonton yang ga merhatiin apa yang gua bahas, atau masalah demam panggung. Kalo gua ga bisa memecahkan masalah yang gua sebutin tadi, apakah gua layak disebut stand up comedian? Ya ga bakal lah. Saat stand up comedy bukan keseharian gua dan gua ga bisa memecahkan masalah mengenai stand up comedy gua cuma bisa bermimpi menjadi stand up comedian tapi ga bisa mewujudkan dan itu adalah suatu kesedihan.


Mulailah bercita-cita lalu wujudkan. Hidup ini nyata bukan mimipi. Sukses itu bukan angan-angan tapi suatu usaha. Memecahkan masalah membawa kita naik ke tingkat yang lebih tinggi sedangkan membiarkan masalah yang ada hanya menghambat terwujudnya kesuksesan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar